Suatu sore di bulan November tahun 2011, tiga orang mahasiswa
duduk dalam sebuah tenda bilik di taman belakang kampus.
Yang diperbincangkan adalah soal pencalonan menjadi ketua badan eksekutif mahasiswa di sebuah fakultas terkemuka.
Yang diperbincangkan adalah soal pencalonan menjadi ketua badan eksekutif mahasiswa di sebuah fakultas terkemuka.
Seiring perjalanan diskusi, dialektika soal mahasiswa dan
tugasnya, akhirnya didapati kesimpulan bahwa apalah kebanggaan menjadi seorang
ketua BEM bila hanya memenuhi CV dan tidak ada pengaruh bagi masyarakat luas.












