Jumat, 20 September 2013

Kenalan Sama Sahabat KITA Yuk?!!

Nah kalo kemaren udah tau cerita selama di Naringgul, sekarang waktunya kenalan sama personel kegiatan Safari Desa. Mau tau ada siapa aja? Let's check this out!!!

1. Penggerrak Bawel
Kalo sama cowok yang satu ini udah pada kenal dong? Yups!! Isman atau lebih akrab disapa Eqie. Dalam kegiatan ini, ia merupakan penggerak kegiatan ini. Kalo konsepnya itu dipegang oleh Sitta, nah untuk pelaksanaannya bagian Eqie yang eksekusi. Sebagai penggerak, bisa dibilang ia cukup bawel karna tak ingin ada yang salah atau terhambat hanya karna keteledoan manusia. Uuuhh bahasanya...
Oh iya, dia bukan cuma bawel aja, ia juga cukup aktif mengajak orang yang dikenal atau baru dikenalnya untuk ikut terlibat dalam kegiatan ini. Tapi tukang mie ayam yang mampir depan rumah Sitta nggak diajak, alasannya karna dia nggak suka mie. Mmmm nggak nyambung yah? Sudah lupakan. Ini karna ia memiliki semngat yang tinggi dalam setiap kegiatan sosial, apalagi yang berhubungan dengan pendidikan. Semangat yang dimilikinya tak lupa ia tularkan pada sahabat KITA yang lain. Oh ya, bukan hanya itu, ia juga mampu membakar semangat anak-anak di Naringgul untuk tetap melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Sikapnya yang friendly dan humoris, membuat siapa saja nyaman berada didekatnya walaupun pada orang tua sekali pun.


2. Konseptor Kalem
Nah ini dia konseptor KITA. Namanya Sitta. Mahasiswa tingkat akhir fisip UNPAD ini beda banget sama temen sekelasnya Eqie. Teteh yang satu ini nggak banyak ngomomng kecuali diminta. Dari agenda kegiatan sebelum Safari Desa sampai pelaksanaan dia yang pegang kendali. Eits tapi bukan berarti dia otoriter loh, semua itu selalu dimusyawarahkan dan dialah yang bagian catat-mencatat dan menjelaskan hasil dari kesepatakan pada mereka yang nggak hadir saat rapat atau sekedar tempat bertanya agenda kegiatan. Yah merangkap seksi acara gitu dech. Tapi bukan merangkap seksi acara aja, dia juga sebagai buben alias ibu bendahara. So, jangan heran kalo kemana-mana teteh yang dalam waktu dekat bakal diwisuda ini selalu bawa ransel atau tas. Kalo nggak percaya, liat aja foto disamping. Usut punya usut, setelah dilakukan penyelidikan secara diam-diam, isi dalam tasnya itu adalah benda-benda vital yang jika hilang pasti akan berdampak pada keberlangsungan hidup sahabat KITA. Kalo mau tau lengkapnya bisa langsung hubungi admin dibelakang karna nggak mungkin kan di publish disini?!! hehe..

3. Driver I : Mr. Nyentrik
Kalo yang ini namanya Ardi.  Nah, kalo kalian mau tau, akang inilah yang merekomendasikan Naringgul sebagai tempat Safari Desa perdana KITA. Mahasiswa tingkat akhir yang lagi nyusun skripsi ini punya julukan peta berjalan karna hampir seluruh daerah di Jawa Barat dari kota sampe gang tikus dia hapal. Jadi nggak heran dech kenalannya tuh banyak beud dan nggak perlu pake google map! hehe..  Karna ia yang merekomendasikan tempat, sudah pasti ia menjadi petunjuk jalan. Menurut keterangan saksi mata yang menjadi penumpang dari mobil avanza yang dikemudikannya, selama perjalanan lagu-lagu yang diputar full dangdut koplo. Jika merasa bosan ia akan menggantinya dengan lagu-lagu sunda tradisional atau modern. Mungkin hanya lagu Listen milik Biyonce saja lagu yang bisa dinyanyikan oleh seluruh penumpang. Selebihnya hanya ia yang tahu. Berkat keahliannya mengemudi, jalan se-ekstrem apapun bisa dilaluinya, mau bukti? Nah sahabat KITA ini buktinya., selamat sampai tempat tujuan hingga kembali ke Bandung. Kalo aja driver-nya nggak profesional, entahlah apa yang terjadi saat itu. Oh iya, ada cerita lucu nih tentang driver yang kalo udah tidur susah beud buat dibangunin (menurut penuturan Eqie disela-sela kesibukannya nge-follow up atau nyekill hehe). Jadi waktu itu, sahabat KITA main ke sungai dan sebagian ada yang ikut mandi, ada yang cuma main-main air aja, dan ada juga yang cuma ngeliatin bari popotoan. Ardi ini salah satu yang ikut nyebur menikmati kejernihan air sungai. Beres mandi, ia membuka sebuah tabung kanebo dan mengeluarkan isinya. Tanpa ragu, ia mengeringkan tubuhnya yang basah itu dengan kanebo yang ada di dalam tabung itu. Aksi ini membuat orang yang ada saat itu menggelangan kepala hingga berkomentar ini itu. Dengan santainya ia hanya berkata, "ieu teh meh praktis..!! jadi teu kudu mawa aduk,.." (buat yang nggak ngerti silahkan tanya ke mbah google).

4. Driver II : Si Jenggot yang Tahan Banting

Nah ini satu lagi driver yang tahan banting.Namanya Dimas. Bayangin!! Dari pagi mahasiswa yang katanya tinggal nunggu pindah tali di toga aja, udah meninggalkan istana kecilnya yang ada di Bandung coret alias Nagreg -#eh ngebayanginnya jangan kelamaan-. Setelah nganterin Mamahnya ke suatu tempat (entah dimana karna saat diwawancarai ia menolak memberikan informasi lengkap, selengkap bumbu masakan siap pakai), ia langsung membawa Kijang berwarna biru dongker-nya ke bengkel. Setelah itu ia mengambil barang dirumah temannya Ardi. Dilanjut ke daerah Jatinangor untuk menjemput sahabat KITA dan mampir ke Sayang dulu (kosan Ardi) untu ambil barang. Karna waktu mepet ke shalat jumat, maka ia segera tancap gas ke UIN sekalian jemput sahabat KITA yang lain. Setelah shalat jumat, ia menjemput sahabat KITA yang lain di Arcamanik dan Riung Bandung hingga akhirnya kumpul di rumah Eqie daerah Bojong Soang. Setelah semua kumpul, berangkatlah kami ke Naringgul. Begitu juga ketika pulang ke Bandung. Ia mengemudikan mobilnya sendiri tanpa bergantian. Lewat tengah malam ia masih di Bandung, sementara rumahnya ada di Nagreg. Luar biasa bukan?!!


5. Tukang Nyekill
Kalo yang ini Namanya Dea Kulien. Eits, ini nama lengkapnya loh bukan nama yang suka di pake sama anak-anak alay. Jangan takut liat tampangnya yang rada sangar kaya gini. Dia itu salah satu sahabat KITA yang humoris. Buktinya saat KITA ke SD Datar Kubang, ia langsung akrab dan banyak dikerubuti anak-anak (kaya semut sama gula kali yah..). Padahal dibalik itu ia mencari-cari kembang desa yang sekiranya bisa dibawa untuk dijadikan oleh-oleh ke Bandung. Nah adik kecil yang disampingnya itulah yang menjadi tambatan hatinya sejak pertama kali bertemu. Namun sayang ia tak berhasil meyakinkan orang tua Sani -nama gadis- untuk dipertemukan pada kedua orang tuanya (ya iyalah, wong lebih pantes jadi kakeknya toh! hihihiii). Om Dea, sapaanya, adalah salah satu sahabat KITA yang aktif dalam kegiatan ini. Sehari sebelum perjalanan ke Naringgul, ia membantu Sitta dan beberapa sahabat KITA yang lain untuk berbelanja. Perjuangannya saat itu patut di acungi empat jempol sekaligus. Karna ia berhasil membawa satu dus besar yang isinya lusinan buku tulis dan membonceng Puzi -sahabat KITA-. Dengan menggunakan motornya yang katanya baru bers di servis, ia berhasil menempuh perjalanan dari Cibadak menuju Riung Bandung dengan kondisi macet dan hujan besar. Usut punya usut motor yang baru saja diperbaiki itu kembali bermasalah, katanya. Oh iya kalo ada udah baca postingan sebelumnya, ia juga yang membantu membebaskan mobil Dimas dari jebakan batman ala SD Tutugan dan mencegat siswa SMP untuk masuk ke halaman kantor kecamatan.

6. Duet Maut Aiia-Rudi

Pasangan yang satu ini hampir kemana saja selalu bersama. Sehari sebelum keberangkatan, Aiia -nama di salah satu akun jejaring sosial yang dimilikinya- membantu Sitta, Puzi, Dea dan Anisyah berbelanja perlengkapan ke Cibadak. Menurut pandangan sahabat KITA yang saat itu ikut berbelanja, sosok Aiia seperti wanita tanggung yang strong kaya wonder women. Karna saat pulang belanja, Bandung tengah diguyur hujan. Namun ia mampu melawan hujan itu dengan tiga dus yang isinya lusinan buku. Mungkin ada sekitar 60 pak buku tulis yang dibawa. Dua ia taruh didepan dan satu dus yang ukurannya cukup besar dibelakangnya. Namun, ketika sudah bersama Rudi, ia berubah menjelma jadi sosok wanita yang sangat lemah lembut. Bak putri solo yang sangat keibuan tapi bawel. Berbeda dengan Rudi, cowok yang katanya udah kerja ini super duper pendiam. Nggak banyak omong dan selalu memanjakan Aiia. Oh iya, ada cerita lucu nih dari cowok yang gaya rambutnya di mohak ini.

Rudi yang dikenal pendiam dan tak banyak tingkah ini, suatu waktu membuat sahabat KITA tertawa ngakak akibat ulahnya yang konyol dan tak pernah di duga sebelumnya. Jadi, usai keliling sekolah membagikan paket alat tulis, KITA kembali ke base camp. Karna tak ada angkutan umum, maka anak-anak sekolah pulang dengan berjalan kaki. Saat mobil yang ditumpanginya berpapasan dengan anak-anak sekolah itu, ia membuka kaca mobil lebar-lebar dan dengan polosnya ia berkata, chumungud eeaa chumungud!!! ,  sambil melambaikan tangannya layaknya Ratu Kerajaan Inggris yang bertemu dengan rakyatnya. Tingkahnya yang satu ini sontak membuat sahabat KITA tertawa hingga keluar air mata. Pacarnya pun baru kali ini melihat tingkahnya yang satu ini.

7. Bu Sari
Kalo yang satu ini namanya Sari. Mahasiswa yang baru semester IV ini memiliki jiwa periang walaupun terkadang suka bad mood. Kalo udah cape, tidur adalah obatnya. Sama seperti sahabat KITA yang lain, ia sangat mudah akrab dengan anak-anak kecil. Ia juga suka memberikan masukan-masukan dalam setiap kesempatan. Cukup kritis tapi bukan kritis yang di rumah sakit yo!!

8. Panji, Manusia Kalem 2013
Kalo Sitta itu kalem versi cewek, nah Panji ini versi cowoknya. Super duper kalem dan bahkan hampir jarang bersuara. Buat kalian yang belom tau siapa yang bikin logo KITA INDONESIA, nah Manusia Kalem 2013 inilah yang bikinnya. Kaya peribahasa diam-diam menghanyutkan. Tak banyak omong dan selalu stay cool. Oh iya, dia ini yang nemenin Om Iyo alias Satrio pake motor bulak-balik Bandung-Naringgul-Bandung. Setia banget kan sama sahabatnya. Mau makan, tidur juga mereka suka bereng-bareng. Tak terpisahkan dech pokoknya. Uuuhh soo sweet...

9. Satrio Sang Fotografer
Namanya Satrio Wicaksono. Kalem juga tapi nggak sekalem Panji. Dia ini fotografer utama KITA. Banyak momen-momen penting yang diabadikan karna tugas utamanya mendokumentasikan berbagai kegiatan KITA saat Safari Desa. Dengan kamera DSLR-nya semua momen penting tak luput dari bidikan lensanya. Hasil fotonya pun bak fotografer profesional. Bersama dengan sahabatnya Panji, ia selalu bersama kemanapun perginya. Dua sahabat ini harus diacungi jempol sebanyak-banyakknya karna mampu menempuh perjalanan panjang hanya dengan menggunakan motor matic. Saat awan turun yang dinginnnya mengalahkan AC pu ia tetap melanjutkan perjalanan dengan mengunakan jaket yang tidak terlalu tebal. Salut beud dech buat sahabat KITA yang ini.

10. Si Teledor
Nah, kalo sahabat KITA yang satu ini termasuk salah satu yang bisa dibilang paling males. Namanya Nisyah. Disetiap rapat atau kumpulan menjelang kegiatan, ia tak pernah hadir. Banyak sekali alasannya. Mulai dari masih dirumah, sampai bentrok acara. Padahal Eqie sang penggerak sudah sering kali mengajak dan memberikan berbagai pemberitahuan. Untuk menebus kesalahannya itu, mendekati keberangkatan ia mendapat tugas untuk beberapa surat yang diperlukan dan mengantarkan surat itu, dan sejak jumat pagi ia telah sibuk mengurus peminjaman proyektor yang negosiasinya cukup rumit. Untung saja ada Zaka yang membantunya(nb: Zaka nggak ikut Safari Desa karna suatu hal yang tak mungkin ditinggalkan). Setelah itu, ia bersama Dimas menuju kosan Ardi untuk mengambil sebagian barang untuk dibawa ke Naringgul. Dan ternyata sebagian besar barang yang dibawa itu ternyata milik Eqie, bukan untuk dibawa saat Safari Desa. Oh iya, selain itu ia juga paling susah bangun pagi. Maka tak heran selalu dia yang telat bangun selama di Naringgul. Bersama Genk Thailand ia banyak menghabiskan waktu dan paling hobi bikin Dimas dan Puzi tersipu-sipu karna suka dikecengin sampe mereka salah tingkah terutama Dimas.

11. Sang Motivator

Nah ini nich orang yang suka dikecengin sama Nisyah. Puzi. Apapun yang dikatakan Nisyah baginya hanya angin lalu. Mungkin karna itu sudah cukup dewasa menanggapi candaa mahasiswa yang baru duduk di semester IV itu. Teteh teu resep ka budak anu nyariosna kasar!,sambil menggelengkan kepalanya. Itulah kata-kata yang ucapkannya saat menemui beberapa anak yang berbicara kasar walau dalam bahasa sunda. Dalam setiap kesempatan, ia selalu memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus memiliki cita-cita yang tinggi dan sekolah setinggi-tingginya apapun kondisinya. Pribadinya yang ceria membuat pesan yang disampaikannya terkesan tidak menggurui dan lebih enak mudah diterima oleh anak-anak. Tegas dan disiplin itulah dia.



12.
Kalo teteh yang satu ini namanya Imma. mahasiswi sejarah UPI yang baru aja beres magang jadi guru di salah satu sekolah SMA di Bandung. Imma ini termasuk sahabat KITA yang setia. Buktinya, selama perjalanan, ia tak pernah tidur karna harus menemani Ardi yang mengemudi. Mungkin ini dilakukannya karna tak ingin membuat Ardi mengantuk, karna mitos yang beredar, kalo penumpang disamping driver tidur, bisa membuat driver juga ikut mengantuk. Entah benar atau salah, hipotesanya seperti itu, karna admin tidak sempat melakukan wawancara atau penyelidikan lebih lanjut dikarenakan admin tukang tidur hehe... Pengalamannya menjadi guru membuatnya lihai menghadapi anak-anak kecil yang ditemui saat datang ke SD Datar Kubang. Baru saja tiba, ia langsung bergabung bersama anak-anak yang tengah bermain bulu tangkis bersama Dimas. Selalu ceria dan hangat membuatnya juga mudah akrab dengan siapa saja yang ditemuinya. Termasuk dengan Bu Catim. Kalo admin nggak salah ingat, dia adalah salah satu sahabat KITA yang menikitikan air mata ketika berpamitan pulang. Uuuhh sooo sweeett....


Nah ini bagian yang paling admin suka. Nyeritain Maskot Of The Event. Ini dia Genk Thailand yang nyentrik abis. Sekumpulan mahasiswa yang mencoba menularkan pengunaan bahasa thai (bahasa resmi di Thailand) pada sahabat KITA yang ikut dalam kegiatan Safari Desa. Entah apa modus utama tiga mahasiswa yang katanya jago bahasa thai, padahal setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak yang tak berwenang, mereka sama sekali tidak mengerti bahasa thai. Rupanya mereka hanya menggunaan logat bahasa thai. Usut punya usut, ini akibat dari salah satu hobinya yait nonton film thailand, baik horor maupun dramanya. Dugaan sementara admin, mereka terobsesi oleh Mario Moorer, tokoh utama dalam film My True Friends. Ok, sekarang waktunya kita kenalan sama personel Genk Thailand.



Pertama ada Ade Lukman atau kalo di kampus lebih akrab disapa Mamang, karna nyunda pisan. Mungkin ia adalah penebar virus atau ketua Genk Thailad. Ia kerap kali menggunakan bahasa thai jika berkomunikasi sesama anggota. Namun tak jarang juga ia terbawa suasana hingga ketika berkomunikasi dengan sahabat KITA juga menggunakan bahsa thai. Ini tentu saja mengerutkan kening bagi mereka yang tidak mengerti apa yang hendak disampaikannya, tapi tak jarang pula mengundang gelak tawa bagi mereka yang tahu bahwa sebenarnya mereka hanya becanda. Satu kata yang admin ingat suplaaay haapp yang artinya makan. Tentu saja ini bukan bahasa thai melainkan mengambil dari kata suplay makanan. Suplay yang diartikan sesuatu yang dibutuhkan. Sementara kata haapp adalah kata tambahan yang kerap kali ditambahkan setelah berucap kata lain. 


Nah kalo yang satu ini namanya Epul. Bisa dibilang sahabat sejatinya Ade. Soalnya kemana-mana mereka selalu bersama kaya pasangan Panji-Iyo. Kayanya mereka telah beucap untuk saling setia satu sama lain. Eits tapi sebagai sahabat bukan yang lain hehe... Mirip juga sama Sitta, kemana pun perginya, ia selalu membawa tas kecil, kalo nggak dibawa pasti kamera digitalnya selalu dibawa. Admin saat itu tak sempat untuk mencari tahu isi dalam tasnya itu. Padahal penasaran banget. Ini karna sikapnya yang sangat teliti. Wow, jarang-jarang kan ada cowok yang rapih bin teliti kaya dia. Ade dan Epul itu ibarat pinang dibelah delapan, eh maksudnya dibelah dua (untuk akurasinya admin tidak menjamin). Mereka ini sebenernya punya ide dan berbagai gagasan yang kreatif bin cemerlang (menurut salah satu sahabat KITA). Sikapnya yang low-profile membuatnya banyak disukai orang-orang yang baru mengenalnya. Ide-ide gila yang dimilikinya itu membuat orang bingung sampe cekikikan, yah contohnya Genk Thailand ini. 

Terakhir ada Maman. Mahasiswa yang juga baru selesai menjadi guru disekolah yang sama dengan Imma, ini rupanya sama gilanya dengan Ade dan Epul. Setelah Ade, Maman yang paling fasih menggunakan bahasa thai. Selain itu ia adalah cowok nyentrik yang hobinya difoto. Dimana aja ada view yang menurutnya bagus, ia akan segera mengeluarkan ponsel dan berkata ,"eh tolong fotoin dong!!". Bagi Imma, ia tak pernah heran atau bahkan sudah kebal dengan kebiasaanya yang satu ini. Tak jauh berbeda dengan Imma teman sekelasnya, Maman juga lebih mudah akrab dengan anak-anak. Mungkin ini karna ia menyukai anak-anak, sehingga ia terlihat enjoy saat bersama dengan anak-anak yang ada di SD Datar Kubang. 
Kalo tadi itu deskripsinya secara individu, admin akan ceritakan sebuah misi besar yang harus mereka emban selama di Naringgul. Misi ini sangat vital dan menyangkut keberlangsungan hidup sahabat KITA. Genk Thailand dan Nisyah mengemban Misi besar sebagai PJ masak-memasak. Sebenernya ini lebih kepada hukuman bukan misi. Karna saat itu, sambil menunggu sahabat KITA kumpul dan membicarakan tentang masak-memasak, Genk Thailand (tanpa Maman, karna saat itu belum datang) dan Nisyah adalah yang paling vokal. Maka, diputuskan dengan sesuai kesepatakan yang hadir kecuali ditunjuk, Mereka menjadi PJ masak. Mau tidak mau, suka tidak suka akhirnya mereka harus menerima suratan takdir itu. Dengan rayuan maut Eqie dan Sitta, terpaksa mereka menganggukkan kepalanya yang tiba-tiba mendadak berat, seberat kerikil yang ada dikakinya. Karna rayuan manis yang terucap dari bibir sang konseptor yang mengatakan hanya mengawasi atau mengingatkan untuk masak sementara yang masak itu semuanya, walhasil pada prakteknya mereka tak perlu susah payah untuk memasak. Maka Nisyah malah bangun kesiangan dihari pertama. Sarapan telah tersedia ketika dirinya baru selesai mandi. 
Itu tadi perkenalan dengan sahabat KITA yang ikut Safari Desa ke Naringgul. Semoga dengan hanya membaca sedikit ceritanya sahabat KITA yang belum sempat berkenalan, setidaknya bisa mengenal lebih dulu sebelum ketemu aslinya. Biar nggak mang-mang kalo kata orang sunda. Sekian dulu perkenalannya. Terima kasih. *aafy
-THE END alias TAMAT-

0 komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Gerakan pemuda bangsa yang peduli dan solutif untuk menciptakan perubahan positif terhadap isu-isu sosial