Minggu, 22 September 2013

Buletin Hari Autisme


Hari Autisme diperingati setiap tanggal 2 April. Kali ini, KITA INDONESIA mengajak masyarakat Bandung agar semakin peduli dan bisa menerima kehadiran penyandang autistic di tengah masyarakat. Ajakan itu karena jumlah penyandang autistik di dunia semakin meningkat terutama disebabkan minimnya pengetahuan, berlanjut pada terlambatnya penanganan.

Berkenaan dengan hari autis sedunia yang akan jatuh pada hari esok, ‘KITA INDONESIA’ sebagai komunitas yang bergerak di bidang sosial, budaya dan edukasi mengajak masyarakat terutama masyarakat di wilayah Bandung untuk peduli terhadap anak-anak autis.

 Kesalahpahaman tentang Autism

        Tahukah kamu, kalau masih banyak orang yang memandang autism sebagai sebuah penyakit. Maka sering kali para individu autistik ini disebut “penderita” atau bahkan orang gila oleh masyarakat awam. Padahal faktanya, mereka tidak sedang menderita dan bukan merupakan penyakit mental. Selain itu masih banyak informasi yang keliru mengenai autism. Perlu kamu ketahui bahwa autism itu bukan disebabkan cara pengasuhan yang salah dari orang tua akan tetapi akibat kesalahan perkembangan neorobiologi di otak.

          Biasanya kita beranggapan bahwa semua individu autistik itu sebaiknya mengikuti terapi A atau B. kalau tidak maka kondisinya akan semakin parah, namun pada kenyataanya tidak ada terapi yang bisa dipakai untuk memperbaiki semua gejala pada semua individu. Penangananya harus sesuai dengan kebutuhan masing masing. Jadi setiap individu itu tidak bisa ditangani secara sama rata.

 APAKAH AUTIS ITU?

Istilah autisme diambil dari kata autos (bahasa yunani) yang berarti self atau diri sendiri. Jadi penyandang autisme pada dasarnya seseorang yang cenderung menikmati kegiatan dengan dirinya sendiri. Ibaratnya, mereka melakukan auto-imagination, auto activity, auto interested. Dengan kata lain mereka kurang atau tidak mampu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Bahkan metatap mata orang yang mengajaknya bicaranyapun jarang mereka lakukan. Mereka lebih asik beraktifitas dengan pikiran dan perasaanya sendiri. Mereka asik bermain dan berceloteh sendiri tanpa minat bergaul.

 TAUKAH KAMU??

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa resiko autis lebih besar dipengaruhi oleh usia dan kesehatan seorang ibu. Ibu hamil yang mengkonsumsi anti depresan akan lebih beresiko melahirkan anak autis. Hingga saat ini meski penyebab autis belum diketahui banyak pakar autis yang menyebutkan penyakit ini sebagian besar terjadi karena faktor keturunan namun sebuah penelitiaan yang dilakukan Kennedy Krieger Institute di Baltimore mengungkapkan sesuatu yang berbeda. Dalam penelitian tersebut diungkapkan hubungan antara kesehatan ibu hamil   resiko autis terhadap bayi yang dilahirkan. Meski penelitian ini belum bisa memecahkan misteri penyebab autis hasil penelitian ini cukup menarik perhatian. Penelitian itu mengatakan bahwa kondisi selama kehamilan adalah salah satu pemicu autis, dengan adanya kerentanan genetik.

CIRI SOSIAL ANAK AUTIS

Diantaranya:
  1. Sulit menatap mata  lawan bicara
  2. Kurang bisa menafsirkan ekspresi wajah dan bahasa tubuh
  3. Kurang bisa berinteraksi dengan orang lain
  4. Bicaranya aneh dan eksentri
  5. Sering melakukan aktifitas yang sama berulang kali
  6. Lebih suka menyendiri dan susah bersosialisasi
  7. Lebih mengerti bila orang mengatakan sesuatu langsung pada maksudnya

0 komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Gerakan pemuda bangsa yang peduli dan solutif untuk menciptakan perubahan positif terhadap isu-isu sosial